Keindahan Danau Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi Di Kaki Mahameru
Saat ini, aktivitas mendaki atau hiking sedang banyak diminati oleh para wisatawan. Tidak dipungkiri hal ini juga karena dampak sebuah film layar lebar yang diangkat dari novel best seller “5 CM”. Gara-gara film 5 CM ini, aktivitas hiking yang dulunya dianggap berbahaya dan membutuhkan training khusus, seolah terlihat mudah. Terlebih lagi di film ini menyuguhkan sinematografi keindahan Gunung Semeru yang selama ini tak banyak diketahui orang. Meledaknya film ini membuat banyak orang berbondong-bondong untuk mendaki Gunung Semeru. Pendakian mereka tidak semua sampai puncak. Kebanyakan mereka mendaki hingga sampai Ranu Kumbolo, kemudian berkemping di sana. Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering menjadi tempat transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo juga merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Dengan debit air yang berlimpah, danau ini menjadi tempat berkumpul bari para pendaki untuk berkemah.
Mengenal Danau Ranu Kumbolo
![]() |
| Danau Ranu Kumbolo |
Ranu Kumbolo adalah sebuah danau
gunung di Desa Ranu Pani, Kecamatan, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektar.
Danau Ranu Kumbolo menjadi surga
bagi pecinta alam dan pendakian, memiliki keindahan alam yang sangat eksotik.
Danau inilah jalur yang harus dilalui untuk Anda bisa mencapai puncak Gunung
Semeru. Di Ranu Kumbolo terdapat tempat perkemahan. Tempat ini adalah salah
satu titik berangkat untuk mendaki Gunung Semeru.
Terletak di ketinggian 2.400
mdpl, temperatur udara di Ranu Kumbolo sangat dingin, bisa mencapai minus 5
derajat Celcius pada malam hari, di tandai pada rumput-rumput dan tenda yang
diselimuti embun yang berubah menjadi es.
Ranu Kumbolo terletak di antara
Ranu Pani dan Gn. Semeru. Secara historis geologis, Ranu Kumbolo terbentuk dari
massive kawah G. Jambangan yang telah memadat sehingga air yang tertampung
secara otomatis tidak mengalir ke bawah secara gravitasi. Ranu Kumbolo hingga
saat ini merupakan potensi obyek wisata yang menarik. Daya tariknya antara lain
bahwa pada lapangan yang relatif tinggi dari permukaan laut terdapat
danau/telaga dengan airnya yang jernih sehingga banyak menarik wisatawan untuk
mengunjungi tempat ini. Bagi para pendaki, Ranu Kumbolo, merupakan tempat
pemberhentian/istirahat sambil mempersiapkan perjalanan berikutnya. Daya
tariknya, di pinggir sebelah barat danau terdapat prasasti peninggalan
purbakala. Diduga prasasti ini merupakan peninggalan jaman kejayaan Kerajaan
Majapahit, namun hingga saat ini belum diperoleh kepastian.
Khusus di perairan danau, kita
dapat menyaksikan kehidupan satwa migran burung belibis. Bagi para pengamat
lingkungan, Ranu Kumbolo sebetulnya merupakan laboratorium alam yang cocok bagi
kegiatan penelitian dan observasi lapangan yang sarat dengan kandungan ilmu
pengetahuan. Fasilitas yang ada di Ranu Kumbolo yaitu Pondok Pendaki (70 M2)
dan MCK yang dimanfaatkan para pendaki untuk beristirahat, disamping
terdapatnya lapangan yang relatif datar untuk sarana berkemah. Kebutuhan air
dapat terpenuhi dari air danau.
Perjalanan Menuju Ranu Kumbolo
![]() |
| Bunga Edelweiss di perjalanan menuju Ranu Kumbolo |
Tiket masuk ke Ranu Kumbolo kurang lebih 10.000 Rupiah per orang dan 20.000 Rupiah per tenda. Untuk mencapai Ranu Kumbolo, ada dua alternatif jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo yaitu melalui Watu Rejeng dan Bukit Ayek-ayek. Jalur Watu Rejeng jauh lebih mudah ditempuh namun membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan melalui jalur Bukit Ayek-ayek, perjalanan jauh lebih cepat tetapi jalannya curam dan cukup berbahaya bagi pendaki pemula. Dari pos pendaftaran di Ranu Pani, Anda akan melakukan perjalanan dengan jalan kaki sejauh lima sampai tujuh kilometer menyusuri lereng bukit yang ditimbuhi bunga edelweiss. Eits, meskipun bunga edelweiss ini tumbuh liar tetapi sebaiknya Anda jangan memetik sembarangan. Karena bunga ini termasuk bunga langka yang harus kita lestarikan. Kemudian Anda akan tiba di Watu Rejeng, sebuah spot yang memiliki batuan terjal yang indah. Perjalanan Anda selanjutnya akan didampingi oleh pemandangan lembah dan bukit yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus. Jika beruntung, Anda dapat melihat kepulan asap dari puncak Semeru. Perjalanan ini memakan waktu lima sampai tujuh jam, tergantung kekuatan fisik Anda. Sepanjang perjalanan, terdapat 4 pos peristirahatan yang dapat Anda gunakan bila lelah. Sesampainya di Ranu Kumbolo, Anda dapat mendirikan tenda, dan berkumpul bersama pendaki-pendaki lainnya. Jika cuaca cerah saat malam hari, Anda bisa melihat gugusan bintang dalam galaksi bima sakti yang indah. Dan saat matahari mulai terbit keesokan harinya, Anda bisa melihat keindahan matahari terbit di balik dua bukit hijau yang dipadukan dengan beningnya air danau.
Yang perlu Anda perhatikan ketika berada disini
a. Air di danau Ranu Kumbolo sangat bersih dan
jernih, sehingga bisa langsung diminum. Anda
dilarang mandi, buang air dan
berenang di danau ini.
b. Saat malam udara di Ranu Kumbolo bisa mencapai
minus 5 derajat Celcius, oleh karena itu
penting bagi Anda untuk membawa jaket
khusus mendaki.
c. Bawalah kantong plastik sendiri khusus untuk
tempat sampah. Jangan meninggalkan sampah di
lingkungan ini meskipun hanya
sebungkus permen.
Referensi
https://anekatempatwisata.com/ranu-kumbolo-surga-tersembunyi-di-kaki-mahameru/
https://www.bintang-multimedia.com/2014/03/Ranu-Kumbolo-Danau-Eksotis-di-Lereng-Gunung-Semeru.html
Referensi
https://anekatempatwisata.com/ranu-kumbolo-surga-tersembunyi-di-kaki-mahameru/
https://www.bintang-multimedia.com/2014/03/Ranu-Kumbolo-Danau-Eksotis-di-Lereng-Gunung-Semeru.html


Terima kasih, informasinya cukup jelas
ReplyDeleteImpian bgt dari dulu pgn ke rakum
ReplyDeletePengen kesini sm doi hmmm
ReplyDeletejadi mau hiking
ReplyDeleteNaik helikopter bisa ?
ReplyDeleteMenarik bngt buat dikunjungi
ReplyDeleteBermanfaat bgt
ReplyDeletemeluncuuur
ReplyDeleteTolong bawa aku kesini
ReplyDeletepengen kesiniiii:(
ReplyDeleteGila Keren bngt
ReplyDeletejauh bgt dah pengen kesitu ge
ReplyDelete