KawahGunung Ijen - Blue Fire
Kawah Gunung Ijen Tempat melihat Blue Fire
Kawah
Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung
Ijen dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar.
Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air asam kuat terbesar di dunia[1].
Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten
Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Fenomena eternal blue fire atau
api biru abadi berada di dalam kawah Ijen, dan pemandangan alami ini hanya
terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen. Blue fire hanya dapat
dilihat oleh mata manusia saat tidak ada cahaya, karenanya waktu ideal untuk
melihatnya adalah jam 2 hingga jam 4 dinihari, karena pendakian Gunung Ijen
baru mulai dibuka jam 2 dinihari. Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat
pemandangan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah
puncak Gunung Marapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung
Suket, dan Gunung Rante.
![]() |
| Kawah Ijen - Bondowoso |

Di sisi tenggara Kawah Ijen terdapat
lapangan solfatara yang selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi
sulfur yang cukup tinggi sehingga tak jarang dapat menimbulkan bau yang sangat
menyengat. Sedangkan di bagian barat terdapat bendungan air yang merupakan hulu
dari Kali (Sungai) Banyupait.
Bendungan ini juga mempunyai daya tarik yang tak
kalah bagusnya, namun pengunjung jarang mendatanginya, dikarenakan untuk menuju
kesana, jalan yang harus dilewati cukup sulit dan sering terjadi longsor.
Bendungan yang ada di dekat Kawah Ijen merupakan bangunan beton yang dibangun
sejak masa pemerintahan Belanda. Dahulu bendungan ini berfungsi untuk mengatur
level air danau agar tidak terjadi banjir asam. Namun sekarang sudah tidak
berfungsi lagi, karena air tidak pernah mencapai pintu bendungan, sehingga
mengakibatkan terjadinya rembesan air danau di bawah bendungan.
Pada dini hari objek wisata Kawah Ijen kembali menyuguhkan keindahan yang fantastis. Dari cairan belerang yang mengalir tiada henti di bawah kawah menimbulkan pancaran api berwarna biru ( blue fire ). fenomena ini cuman ada dua di Dunia yang pertama di Islandia dan yang ke dua ada di Indonesia. Wah keren yaaaaaaaa ?. Untuk menikmati penorama alam ini Anda harus mendaki Gunung Ijen yang dimulai sekitar jam 02.00 WIB dari pintu masuk (Paltuding), dengan menahan dinginya udara pegunungan yang suhunya mencapai 10 derajad celcius, bahkan bisa mencapai 2 derajad celcius. Tetapi itu ini tidak akan terasa dengan suguhan pemandangan yang akan Anda lalui selama perjalanan mendaki.
![]() |
| Blue Fire Kawah Ijen |
Kawah Ijen merupakan kawah gunung
yang digunakan untuk tempat penambangan belerang yang ada di wilayan kabupaten
Banyuwangi - Jawa Timur, yang juga merupakan tempat penambangan belerang
terbesar di Indonesia dan pengolahanya masih menggunakan cara tradisional.
Kawah Ijen mempunyai sublimat belerang yang tidak akan pernah habis, karena
dapat keluar secara terus menerus dengan sendirinya. Sublimat belerang ini
bermanfaat untuk berbagai keperluan industri kimia selain itu juga bisa
digunakan untuk bahan penjernih gula.
Rute Perjalanan Ke Kawah Gunung Ijen
Tapi saat ini kita tak perlu
khawatir dengan akomodasi untuk bisa sampai ke Kawah Ijen. Pasalnya untuk
menuju ke satu destinasi yang ada di Banyuwangi ini sudah dimudahkan, sehingga
bukan hal yang sulit lagi untuk pada pengunjung bisa sampai kesana. apalagi dukungan dari pemerintah setempat
yang sangat besar untuk kemajuan dunia pariwisata yang ada di Banyuwangi. Bagi
Anda yang berasal dari luar kota Anda bisa mengunjungi tempat ini dengan
menggunakan akomodasi pesawat terbang yang bisa transit di Bandara Juanda
Surabaya untuk jalur penerbangan Internasional, atau bisa juga langsung transit
di Bandara Blimbingsari Banyuwangi untuk jalur penerbangan lokal. setelah itu
anda bisa menggunakan sarana transportasi darat.
Untuk rute pertama yang bisa Anda
lalui dengan melakukan perjalaanan darat yaitu dari Banyuwangi menuju kecamatan
Licin yang berjarak sekitar 15 km. Di rute ini, Anda bisa menggunakan kendaraan
bermotor roda dua ataupun roda empat. Dari Kecamatan Licin, menuju patulding
sekitar 18 km. Dari sini Anda bisa menyewa kendaraan bermotor jenis jeep double
gardan karena jalan yang dilalui cukup berkelok dan menanjak. Perjalanan yang
dilalui sekitar 1 jam barulah Anda akan sampai di Patulding yang merupakan
pintu masuk untuk bisa ke Kawah Ijen.
Selain itu bagi Anda yang transit di
Surabaya, Anda bisa melewati rute utara, yakni dari Situbondo menuju kecamatan
Sempol – Bondowoso melalui Wonosari. Kemudian dilanjutkan perjalanan ke
patulding. Rute ini lebih mudah dilalui dan jalan masih mulus sehingga Anda
bisa menggunakan kendaraan pribadi tanpa harus menyewa mobil jeep. Jarak antara
Situbondo menuju patulding sekitar 93 km.
Setelah sampai di Patulding, Anda
bisa berjalan kaki sejauh 3 km menuju kawah Ijen. Pemandangan di rute ini
sangat mempesona, denagan barisan pohon pinus dan pohon kopi yang tertata rapi
menyabut siapa saja yang melewatinya.
Tips Berwisata Ke Kawah Ijen
1. Pilih Waktu Yang Tepat ( Musim Kemarau )
Waktu terbaik bila ingin mengunjungi wisata ini adalah
pada musim kemarau, karena jalan yang di lalui relatif lancar. Berbeda jika
kita berkunjung pada musim penghujan, jalan yang dilalui akan licin dan sering
terjadi longsor serta sering tertutup kabut yang cukup tebal. dan apabila Anda
berkeinginan untuk mendapatkan pemandangan terbaik, Anda harus mulai mendaki
sekitar pukul 03.00 dan perkiraan sampai pada pukul 4.30 sehingga Anda dapat
menyaksikan fenomena Blue Fire di Kawah Ijen.
2. Siapkan Kondisi Fisik
Siapkan fisik dan perlengkapan untuk trekking secara
penuh, karena perjalanan untuk mengelilingi kaldera dibutuhkan waktu sekitar 10
jam dengan berjalan kaki.
3. Menyewa Pemandu Lokal
Agar kita tetap aman dalam melewati rute perjalanan yang
menanjak Anda dapat menggunakan jasa pemandu lokal yang ada disana, nantinya
Anda akan terbantukan dan tidak akan tersesat karena mereka sudah hafal jalan
dan bagian manakah yang baik untuk sesi pemotretan.
4. Persiapkan Perlengkapan Traking
Persiapan pribadi yang diperlukan antara lain Air Minum,
Obat - Obatan, Masket, Sapu Tangan Basah Jaket, Sarung Tangan, Topi Kerpus,
Sepatu Bot untuk pendakian, Tongkat, Tenda ( kalau ingin bermalam di area Paltuding
), hal ini dipersiapkan karena rute perjalanan nantinya adalah rute pendakian.
5 Mentaati Peraturan Yang Ada
Taatilah
peraturan dan rambu - rambu yang ada agar tidak terjadi hal - hal yang tidak
diinginkan. Terutama untuk tidak turun ke dinding kawah, karena berhubungan
dengan keselamatan diri sendiri
Referensi


Abis Corona lgsg otw
ReplyDeleteTerima kasih, informasinya cukup jelas
ReplyDeleteSemoga bisa lihat langsung blue fire di kawah ijen
ReplyDeleteBeruntung sekali orang yang kesana dan bisa melihat bluefire
ReplyDeleteAjak aku kesini dongwkwk
ReplyDeletejadi pengen kessonoo
ReplyDeleteMantep
ReplyDeleteJadi pngn liburan :)
ReplyDeleteOtw ahh jd pengen
ReplyDeleteCorona beres, sung otw wkwk
ReplyDeletemeluncuuuur
ReplyDeletemau kesiniii
ReplyDeletemantep
ReplyDeletemantep
ReplyDeleteKeren pisan
ReplyDelete